Selasa, 13 November 2012

Laporan percobaan kimia Kalorimeter


  LAPORAN
PRAKTIKUM KIMIA
KALORIMETER
&
MEMBUAT LARUTAN DENGAN KONSENTRASI TERTENTU
Disusun setelah melaksanakan praktikum kimia pada 22 oktober 2012,
Dan dibuat untuk menyelesaikan tugas kimia.






 






Disusun oleh

Pratiwi Tunik                          (27)
Putri Dyah Ayu Setiarini        (28)
Rani Iftikaningrum                 (29)
Sarah Badar Nahdi                 (31)

PEMERINTAHAN KABUPATEN TEMANGGUNG
DINAS PENDIDKAN
SMA NEGERI 3 TEMANGGUNG
2012/2013
KALORIMETER
A.    TUJUAN
Menentukan perubahan entalpi ( H ) reaksi dengan kalorimeter sederhana
B.     Alat dan Bahan
1)      Bejana plastik
2)      Gelas ukur 2 ml 2 buah
3)      Thermometer
4)      Larutan NaOH 1 M
5)      Larutan HCl 1 M
C.    Cara Kerja
1.      Masukan 25 ml larutan NaOH 1 M dalam gelas ukur 1 dan masukkan 25 ml larutan HCl 1 M ke dalam gelas ukur k
e 2, kemudian mengukur suhu masing – masing larutan tersebut (suhu awal).
2.      Menuang 25 ml larutan HCl 1 M dan 25 ml larutan NaOH 1 M secara bersama sama ke dalam bejana plastik, kemudian mengaduk dan mengukur suhu(suhu akhir).
3.      Memperhatikan kenaikan suhu hingga tetap dan mencatat suhu itu sebagai suhu akhir .
D.    Landasan Teori
Istilah kalor sering kita dengar pada kehidupan sehari-hari. Penting bagi kita sebagai mahasiswa untuk untuk mendefinisikan kalor dengan jelas, dan umenjelaskan fenomena-fenomen yang berhubungan dengan kalor.Satuan dari kalor adalah kalori (kal) yang sampai saat ini masih dipakai.Satuan kalori ini didefinisikan sebagai kalor yang dibutuhkan untuk menaikan temperatur 1 gram air sebesar 10C (derajat celcius). Dalam setiap percobaan atau dalam suatu perhitungan yang berhubungan tentang kalor satuan yang paling sering digunakan adalah kilokalori. 1 kkal didefinisikan sebagai kaor yang dibutuhkan untuk menaikan temperatur 1 kg air sebesar 10C. Di dalam sistem satuan British, kalor diukur dalam satuan thermal british (British thermal unit / Btu). Satu Btu didefinisikan sebagai kalor yang diperlukan untuk menaikan temperatur air 1 lb sebesar 10F. Satu Btu setara dengan 0,252 kkal dan setara pula dengan 1055 Joule.

Entalpi dan Perubahan Entalpi
Setiap sistem atau zat mempunyai energi yang tersimpan didalamnya.Energi potensial berkaitan dengan wujud zat, volume, dan tekanan.Energi kinetik ditimbulkan karena atom – atom dan molekul­molekul dalam zat bergerak secara acak. Jumlah total dari semua bentuk energi itu disebut entalpi (H) . Entalpi akan tetap konstan selama tidak ada energi yang masuk atau keluar dari zat. .Misalnya entalpi untuk air dapat ditulis H H20 (l) dan untuk es ditulis  H H20 (s).
Perhatikan lampu spiritus, jumlah panas atau energi yang dikandung oleh spiritus pada tekanan tetap disebut entalpi spiritus.Entalpi tergolong sifat eksternal, yakni sifat yang bergantung pada jumlah mol zat.Bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batubara mempunyai isi panas atau entalpi.
Entalpi (H) suatu zat ditentukan oleh jumlah energi dan semua bentuk energi yang dimiliki zat yang jumlahnya tidak dapat diukur. Perubahan kalor atau entalpi yang terjadi selama proses penerimaan atau pelepasan kalor dinyatakan dengan ” perubahan entalpi (ΔH) ” . Misalnya pada perubahan es menjadi air, maka dapat ditulis sebagai berikut:
Δ H = H H20 (l) -H H20 (s) 
Marilah kita amati reaksi pembakaran bensin di dalam mesin motor. Sebagian energi kimia yang dikandung bensin, ketika bensin terbakar, diubah menjadi energi panas dan energi mekanik untuk menggerakkan motor.
Demikian juga pada mekanisme kerja sel aki.Pada saat sel aki bekerja, energi kimia diubah menjadi energi listrik, energi panas yang dipakai untuk membakar bensin dan reaksi pembakaran bensin menghasilkan gas, menggerakkan piston sehingga menggerakkan roda motor.
Gambar  berikut ini menunjukkan diagram perubahan energi kimia menjadi berbagai bentuk energi lainnya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUCp6HIfJr-7uYvtA4i7Q2mOgeLgw2xbggI0r08ynoEEYiIfFJcJbBYJU8kLgbTroQC4b1xliOArHb1f3nrqXxtNjmg_0gdp55L2Wgi3zGhX36jamJ2xH2K03WgtIwDfww2GGTn8ES_9I/s1600/A.jpg

Harga entalpi zat sebenarnya tidak dapat ditentukan atau diukur. Tetapi ΔH dapat ditentukan dengan cara mengukur jumlah kalor yang diserap sistem. Misalnya pada perubahan es menjadi air, yaitu 89 kalori/gram.Pada perubahan es menjadi air, ΔH adalah positif, karena entalpi hasil perubahan, entalpi air lebih besar dari pada entalpi es.
Termokimia merupakan bagian dari ilmu kimia yang mempelajari perubahan entalpi yang menyertai suatu reaksi.Pada perubahan kimia selalu terjadi perubahan entalpi. Besarnya perubahan entalpi adalah sama besar dengan selisih antara entalpi hasil reaksi dam jumlah entalpi pereaksi.
Pada reaksi endoterm, entalpi sesudah reaksi menjadi lebih besar, sehingga ΔH positif.Sedangkan pada reaksi eksoterm, entalpi sesudah reaksi menjadi lebih kecil, sehingga ΔH negatif.Perubahan entalpi pada suatu reaksi disebut kalor reaksi. Kalor reaksi untuk reaksi-reaksi yang khas disebut dengan nama yang khas pula, misalnya kalor pembentukan,kalor penguraian, kalor pembakaran, kalor pelarutan dan sebagainya.
Suatu reaksi kimia dapat dipandang sebagai suatu sistem yang terdiri dari dua bagian yang berbeda, yaitu pereaksi dan hasil reaksi atau produk. Perhatikan suatu reaksi yang berlangsung pada sistem tertutup dengan volume tetap (ΔV = 0), maka sistem tidak melakukan kerja, w = 0. Jika kalor reaksi pada volume tetap dinyatakan dengan qv , maka persamaan hukum I termodinamika dapat ditulis:
ΔU = qv + 0  = qv = q reaksi 
reaksi disebut sebagai kalor reaksi. Hal ini berarti bahwa semua perubahan energi yang menyertai reaksi akan muncul sebagai kalor. Misal: suatu reaksi eksoterm mempunyai perubahan energi dalam sebesar 100 kJ. Jika reaksi itu berlangsung dengan volume tetap, maka jumlah kalor yang dibebaskan adalah 100 kJ.
Kebanyakan reaksi kimia berlangsung dalam sistem terbuka dengan tekanan tetap (tekanan atmosfir). Maka sistem mungkin melakukan atau menerima kerja tekanan – volume, w = 0). Oleh karena itu kalor reaksi pada tekanan tetap dinyatakan dengan qp , maka hukum I termodinamika dapat ditulis sebagai berikut:
ΔU = qp + w atau qp  = ΔU – w = q reaksi 
Untuk menyatakan kalor reaksi yang berlangsung pada tekanan tetap, para ahli mendefinisikan suatu besaran termodinamika yaitu entalpi (heat content) dengan lambang “H”
Entalpi didefinisikan sebagai jumlah energi dalam dengan perkalian tekanan dan volume sistem, yang dapat dinyatakan:
H = U + P V 
Reaksi kimia termasuk proses isotermal, dan bila dilakukan di udara terbuka maka kalor reaksi dapat dinyatakan sebagai:
qp = Δ H 
Jadi, kalor reaksi yang berlangsung pada tekanan tetap sama dengan perubahan entalpi. Oleh karena sebagian besar reaksi berlangsung pada tekanan tetap, yaitu tekanan atmosfir, maka kalor reaksi selalu dinyatakan sebagai perubahan entalpi (ΔH).
Akibatnya, kalor dapat dihitung dari perubahan entalpi reaksi, dan perubahan entalpi reaksi yang menyertai suatu reaksi hanya ditentukan oleh keadaan awal (reaktan) dan keadaan akhir (produk).
q = ΔH reaksi = Hp-Hr 
E.     TABEL PENGAMATAN
NO
KETERANGAN
SUHU LARUTAN
1
Larutan NaOH 1 M
28 0C
2
Larutan HCl 1 M
29 0C
3
Suhu rata – rata ( suhu awal)
28, 5 0C
4
Suhu Akhir
32 0C
5
Kenaikan Suhu ()
4,5 0C
F.     ANALISIS DATA
Dari tabel pengamatan diatas, dapat kita lihat bahwa suhu larutan NaOH lebih rendah dari pada suhu larutan HCl, yaitu  28 0C dan 29 0C Jika dirata rata sua suhu itu memiliki larutan sebesar 28, 5 0C. Ketika dua larutan itu dicampur, shunya menjadi 32 0C. Dan mengalami kenaikan suhu sebesar 4,5 0C
G.    KESIMPULAN
Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa penetralan antara basa NaOH  dan asam Hcl merupakan reaksi Eksoterm, karena ditandai dengan naiknya suhu.
Reaksi merupakan suatu reaksi pembatas karena masing masing senyawa diketahui MOL-nya. Dan hasil reaksi tidak ada senyawa yang tersisa.

H.    JAWABAN PERTANYAAN
1.      Tulis persamaan reaksi yg terjadi !
NaOH + Hcl Ú NaCl + H2O
2.      Hitung perubahan entalpi per mol H2O yang terbentuk dalam reaksi tersebut !

NaOH      +     Hcl                                          NaCl       +      H2O
            Mula mula       25 Ml               25 Ml                          
            Akhir               25 Ml               25 Ml                                       25 Ml               25 Ml
                                                                                                                                                -
                                    0                      0                                              25                    25

            V = 25+25
            V = 50 Ml

            M = P x L
            M =   x 50 Ml
            M = 50 gr


            Q = M C                                                      Mol =  = 0,025
            Q = 1 x 4.2 x 4,5
            Q = 18,9
                                                 =         
                                                 =
                                                 = 756

3 komentar:

  1. Wah bermanfaat juga blogmu, buat ujian praktekku,,, join juga blogku ya, s-abtohiest.blogspot.com

    BalasHapus

Terima Kasih Komentarnya:)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...