Senin, 26 Desember 2011

Contoh Laporan Penelitian Sederhana


LATAR BELAKANG
            Menurut Kligmann, seorang peneliti masalah jerawat ternama di dunia berpendapat,"Tak ada satu orang pun di dunia yang melewati masa hidupnya tanpa sebuah jerawat di kulitnya”.
            Kutipan diatas memotivasi penulis untuk mengetahui lebih dalam tentang masalah penyakit yang diderita oleh semua insan dimuka bumi ini. Hingga penulis menemukan sebuah artikel yang mengatakan bahwa salah satu penyebab timbulnya jerawat ialah dengan mengkonsumsi coklat.
Sebagai seorang gadis yang juga pencinta coklat penulis merasa keberatan dengan teori itu. Hingga ketika pak. Adi memberikan kesempatan untuk membuat kerja ilmiah, penulis pun menyelidiki tentang hubungan coklat dengan jerawat.
           
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakan diatas  maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah   :     
            “APAKAH ADA PENGARUH COKLAT TERHADAP JERAWAT?”
TUJUAN PENELITIAN
            Tujuan dari penelitian ini adalah         :
1.      Untuk menyelidiki kebenaran antara coklat dengan jerawat
2.      Untuk mengetahui lebih dalam tentang coklat dan jerawat
TEORI
1)      JERAWAT
Jerawat adalah suatu keadaan di mana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang. Jerawat adalah penyakit kulit yang cukup besar jumlah penderitanya. Kemungkinan penyebabnya adalah perubahan hormonal yang merangsang kelenjar minyak di kulit. Perubahan hormonal lainnya yang dapat menjadi pemicu timbulnya jerawat adalah masa menstruasi, kehamilan, pemakaian pil KB, dan stres.
            Penyebab jerawat muncul ialah           :
1.      Produksi Minyak Berlebihan
2.      Sel-Sel Kulit Mati
3.      Bakteri
4.      Kosmetik
5.      Obat-obatan

2)      COKLAT
Cokelat adalah sebutan untuk makanan yang diolah dari biji kakao.
Rasa cokelat masih sulit didefinisikan. Dalam buku Kaisar Cokelat (Emperors of Chocolate), Joel Glenn Brenner menggambarkan riset terkini tentang rasanya. Menurutnya rasa cokelat tercipta dari campuran 1.200 macam zat, tanpa satu rasa yang jelas-jelas dominan. Sebagian dari zat itu rasanya sangat tidak enak kalau berdiri sendiri. Karenanya, sampai kini belum ada rasa cokelat tiruan.
Di era globalisasi ini banyak sekali terjadi pemalsuan rasa pada coklat yang digantikan oleh gula-gula dan minyak nabati. Karena kokoa adalah bahan yang relative mahal Selain mahal coklat pun sebenarnya berasa pahit sehingga membuat perusahaan-perusahaan coklat menambahi aneka macam-macam gula yang mengubah rasa coklat itu menjadi manis
PENGAMATAN
            Penulispun melakukan pengamatan terhadap coklat
Riset dan penelitian banyak yang membuktikan bahwa coklat memiliki khasiat untuk kesehatan. Zat bio-aktifnya berupa anti oksidan memang diyakini bermanfaat darri sisi medis, dan secara psikologis mengkonsumsi coklat pun dapat menimbulkan rasa nyaman.

            Coklat sebagai kudapan muncul setelah sebuah jurnal kesehatan ternama dalam edisi terbarunya menyatakan bahwa khasiat coklat kini sudah banyak "disalahgunakan".

            Pada jurnal Lancet yang melaporkan bahwa banyak produsen coklat kini justru menghilangkan kandungan flavanols karena rasanya yang pahit. Alhasil, banyak produk coklat yang beredar di pasaran saat ini hanya didominasi lemak dan gula saja. Padahal kedua zat ini justru merupakan musuh bagi jantung dan pembuluh darah.

            Banyak riset yang menyatakan bahwa mengkonsumsi coklat dapat mengurangi risiko penyakit jantung, menurunkan tekanan darah dan menghilangkan capek. Tetapi menurut artikel yang ditulis dalam jurnal Lancet, coklat justru bisa memperdaya.

HIPOTESIS
            Setelah melakukan serangkaian pengamatan penulispun menemukan jawaban sementara atas rumusan diatas yaitu    ;
1.      Bila kita memakan coklat yang sudah dicampu dengan minyak, gula-gula, dan lemak maka kemungkinan besar coklat itu berpengaruh terhadap jerawat.
2.      Sedangkan jika makan coklar yang asli, yang tidak dicampur lemak, minyak, dan gula-gula, beresiko kecil muncul timbulnya jerawat
PENGUJIAN HIPOTESIS
          Untuk menguji hipotesis, penulis melakukan serangkaian penelitian             ;
A.    Tempat dan Waktu penelitian
Penelitian tentang pengaruh coklat terhadap timbulnya jerawat dilakukan di labolatorium penulis, tepatnya di jalan Diponegoro no 13 Temanggung 1. Penelitian ini dilakukan pada sore hari 8 Agustus  hingga 12 Agustus
B.     Alat dan bahan yang digunakan
Alat     :
1)      Kamera handphone
2)      Cermin
Bahan  :
1)      Coklat Silverqueen kecil 4 buah
C.     Proses penelitian
HARI PERTAMA
            Penulis memotret wajah penulis dan mencatat jumlah jerawat serta kondisi jerawat yang dimiliki oleh penulis, selanjutnya mulai memakan choklat.yang pertama
            HARI KE-DUA
            Penulis membandingkan kondisi jerawat pada hari pertama dan hari kedua serta kembali memakan coklat yang kedua
            HARI KE-TIGA
            Penulis masih membandingkan jumlah jerawat pada hari pertama,kedua dan ketiga serta kembali memakan choklatnya
            HARI KE-EMPAT
            Kembali membandingkan kondisi jerawat dengan hari-hari yang lalu serta memakan coklat yang ke-empat
            HARI KE_LIMA
            Penulis membandingkan kondisi wajah, jerawat, sebelum dan sesudah memakan coklat

D.    Hasil penelitian
·         Hari I               =  Jumlah Jerawat masih sama
·         Hari II                         =  Jumlah Jerawat mulai nampak membesar
·         Hari III            =  Jumlah Jerawat berkurang cukup banyak
·         Hari IV            =  Jumlah jerawat sama dengan hari ke III

ANALISIS DATA
      Setelah melakukan percobaan, ternyata hasil yang ditimbulkan tidak sesuai dengan hipotesis penulis jerawat yang seharusnya bertambah/ makin membesar, justru malah berkurang/ makin mengecil dari kondisi semula. Hal ini membawa penulis untuk menyelidiki lebih lanjut tentang asal mula timbulnya jerawat.
      Ternyata Jerawat bisa muncul akibat dari tidak seimbangnya kadar hormon di dalam tubuh . Ketidak seimbangan hormon ini bisa menyebabkan sekresi yang berlebihan pada kelenjar minyak dan lemak di kulit wajah, sehingga menimbulkan penyumbatan pori-pori yang berakhir dengan tumbuhnya jerawat.

      Biasanya ketidak seimbangan hormon ini terjadi pada masa pubertas atau umumnya orang menyebut pada masa "ABG" atau masa remaja. Pada masa puber ini akan terjadi peningkatan aktifitas hormon libido., hormon inilah yang menyebabkan timbulnya jerawat. Maka, biasanya pada masa ABG ini jerawat sering sekali muncul.
      Tentang coklat , peneliti menyebutkan bahwa coklat tidak ada hubungannya dengan jerawat. Peneliti justru menemukan bahwa coklat memiliki antioksidan ditambah kafein dan bisa memberikan efek relaksasi bagi pikiran orang yang mengonsumsinya. Selain itu, antioksidan yang terkandung di dalam coklat juga bisa berguna untuk perawatan kulit, sehingga saat ini coklat menjadi bahan masker yang sangat digemari oleh masyarakat.
KESIMPULAN
            Dari hasil analisis data dan percobaan, penlis menyimpulkan bahwa :
1.      Coklat tidak berpengaruh apapun terhadap munculnya jerawat
2.      Munculnya jerawat tidak ada pengaruh sama sekali dengan makanan yang dikonsumsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Komentarnya:)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...